Kamis, 23 Oktober 2014

Cerita 3

Hari ini aku melihatmu dari jarak yang cukup jelas. Meski sinar mentari sempat mengacaukan penglihatannku, tetapi entah mengapa aku mampu menghalau semua dan aku menatapmu. Mata itu.. tetap sama. Tak berbeda. Menarik. Meski tak berbinar, namun melukiskan pelangi di antara awan. Meski tak berbentuk sempurna, namun tatapan tersorot bagai kamera. Aku tak percaya saat temanku mengatakan bahwa kamu adalah idola sekolah ini, yang paling banyak memiliki fans.

Bukannya begitu, jujur saja sebenarnya ada yang jauh lebih tampan dan keren dibanding kamu, tetapi kenapa itu harus kamu? Kenapa harus kamu, orang yang aku suka? Entahlah, aku pikir menyukaimu adalah suatu kesalahan.

Tapi jujur... selama aku bernafas kurang lebih 15 tahun ini, aku belum pernah mencintai seseorang. Mencintai adalah hal yang tersulit bagiku. Aku hanya pernah menyukai. Menyukai beberapa yang tak sempat aku miliki. Saat aku terbang dengan perasaan itu, selalu saja ada yang menjatuhkanku, entah itu aku ditembak, didorong, atau pun yang lain.

Karena itu, jujur aku berkata.. aku tak pernah tulus mencintai atau menyukai seseorang. Sebenarnya ada perbedaan antara cinta dan suka, menurutku. Namun pengertian cinta sebenarnya juga suka. Cinta adalah bagaimana kita mengetahui secara dalam tentangnya. Suka adalah bagaimana kita mengetahui dia hanya setengahnya.

Aku sebenarnya ingin menyatakan perasaanku. Tapi apa nanti reaksi darimu?
Kak, aku suka sama kakak. Kakak mau gak jadi pacarku?
Atau hal yang lebih agresif lagi..
Kak, nikah yuk?

Please, it can't be like that. It can't be over like this. 

Cinta atau suka? Bukankah sama saja? Sayang atau nyaman? Bukankah keduanya serupa? Lalu.. benci dan cinta? Apakah mereka berarti berbeda? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar