Jumat, 20 Maret 2015

APA SIH SEBENARNYA HIDUP ITU?

Selamat malam :)
Gue sekarang pengen ngasih semacam apa yaa.. ya perspektif gue tentang kehidupan sih. Gue nulis ini bukan semata-mata gue pengen ngeguruin, atau sok pinter, atau sok ngerti kehidupan, apalagi sok dewasa. Karena sekali lagi, gue ini masih imut-imutnya dan gue masih proses beranjak dewasa :v Sebenernya gue gak mau jadi dewasa, tapi mau gimana... life must go on wkwk.

Lanjut yaa..
Kata-katanya agak lebay sedikit gak papa lah ya, biar sekalian ngelatih gue :v *APAANSIH-_-*

Aku bersyukur, sangat bersyukur. Dilahirkan di dunia dengan kekuatan doa yang besar dari Ayah dan keteguhan hati dari Ibu. Sungguh hal yang sederhana namun membuat aku merasakan kebahagiaan yang teramat dalam. Aku tumbuh dalam keluarga yang sederhana. Kami tidak disuguhi daging setiap hari, namun kami juga bukan hanya memakan garam setiap hari. Kami merasa cukup. Hingga pada akhirnya, sesuatu terjadi di keluarga kami. Masalah yang membuatku seperti menjadi dewasa sebelum waktunya. Bukan perilakunya yang dewasa, namun tingkat pemikiranku. 

Saat itu aku masih kelas 6 SD dan saat masalah itu terjadi aku masih menghadapi US. Sungguh aku tak tahu apa yang sedang terjadi dengan diriku pada waktu itu. Aku tak terlalu melihat ada perubahan dalam diriku setelah masalah itu. Tapi aku merasakan diriku berbeda. Bukan wajahnya, bukan juga bentuk tubuhnya. Bukan cara berbicara, bukan juga caraku berjalan. Hanya.. sesuatu yang membuatku terus merasa takut. Aku tersungkur sendirian. Tak pernah terucap kata dari balik bibirku untuk berkata kepada ayah atau ibu "Yah, Bu, aku lelah." saat aku merasa hidupku terlalu berat. Atau berkata "Yah, Bu, bantu aku." saat aku merasa seperti diambang kematian.

Ya, aku adalah anak yang keras kepala. Anak yang pemberontak. Suka membantah namun goyah akan pendirian, sehingga aku sering terombang-ambing saat berusaha mencari tepian untuk istirahat sejenak dari perjalanan yang panjang ini. Dari awal, aku sudah menyadarinya. Ada yang salah dari diriku. Aku mencoba berlari, berlari dan terus berlari. Seakan mencari diriku yang hilang. Saat aku mengalami proses tersebut, aku mencoba untuk beristirahat sejenak. Menatap langit biru, membuka tanganku lebar-lebar, menghela nafas, lalu berteriak "Tuhan, di mana kau sebenarnya?". Kemudian aku menutup mataku. Berharap ketika aku membukanya kembali, aku akan melihat Tuhan. 

Ketika aku masih menutup mataku, aku berkata dalam hati.

"Tuhan, bantu aku. Aku tidak mungkin menangis meminta pertolongan di depan orang tuaku sementara mereka sedang bersusah payah menghidupi aku dan saudaraku. Tuhan, lindungi aku. Aku tidak mungkin meminta orang tuaku untuk melindungiku sementara tangan mereka sibuk menjaga api untuk menghangatkan tubuhku dan saudaraku tanpa mereka memeluk kami. Tuhan, dengarkan aku. Aku tidak mungkin bercerita kepada orang tuaku tentang teman yang nakal di sekolah, nilaiku yang turun, atau cerita patah hati anak remaja yang sudah basi sementara mereka harus menggunakan telinga mereka untuk mencari informasi di mana mereka mampu mendapatkan sesuatu yang bisa membuat kami berharap sesuatu tersebut dapat membuat kami lebih baik. 
 Tuhan, aku tahu seberapa jauh aku berlari, seberapa banyak peluh yang ke luar, seberapa lelah kakiku, aku tidak akan menemukan-Mu. Tapi Tuhan, setidaknya berikanlah aku kesempatan untuk bertemu denganmu di dalam mimpi. Apabila itu tidak mungkin juga, izinkanlah aku mendengar suara-Mu. Apabila itu tidak mungkin juga, setidaknya peluk aku. Apabila itu tidak mungkin juga Tuhan, izinkanlah aku selalu berada di sisi-Mu. Berikanlah keluargaku ruang untuk bernafas."

Kemudian, aku membuka mataku. Tak ada yang berubah, semua sama. Tak ada yang berbeda, semua masih pada tempatnya. Angin menggelitik gendang telingaku. Seakan angin tersebut menyampaikan pesan dari Tuhan untukku. Namun, aku tak mampu mengartikannya. Setelah ini, apa yang harus aku lakukan? 

Hari demi hari, aku masih disibukkan dengan pertanyaanku itu "Apa yang harus aku lakukan?" 
Hingga akhirnya, aku menemukan sebuah titik terang. Di titik di mana terdapat banyak sinar yang entah dari mana. Dan di antara sinar itu, terbentuk tubuh dan wajah yang menyerupai diriku. Aku seperti melihat diriku di depan mata tanpa harus bercermin. 
"Siapa kamu?" aku mencoba bertanya.
"Aku adalah kamu.", diriku menjawabnya.
"Di mana kamu?", aku bertanya lagi.
"Di tempat yanng paling kamu inginkan untuk berada di sana.", jawab diriku lagi.
Kemudian aku berpikir, memang aku ingin ke mana?
"Tempat apa yang aku inginkan?"
"Tempat yang selalu berada di pikiranmu."
"Apa yang ada di pikiranku?", aku semakin ingin tahu tentang diriku sendiri.
"Apa yang ada di pikiranku."

Kenapa dia justru bertanya balik?
Belum lagi aku selesai bertanya, titik terang itu menghilang. Sekarang, aku merasa seperti aku sedang tidak di mana-mana. Semua terlihat semua. Aku berputar ke kanan lalu ke kiri. Mencoba mencari jalan ke luar dari sana. Namun tak terlihat ada pintu atau tanda apa pun agar aku bisa ke luar. Lalu, aku menutup mataku. Ini tidak nyata. Ini tidak nyata. Kemudian, aku membuka mataku.
Terdapat cermin di depanku sekarang.
"Siapa kamu?", entah apa yang sedang ada di pikiranku.
Cermin pun memperlakukan yang sama denganku, bertanya siapa kamu kepadaku.
"Di mana kamu?"
Cermin pun menirukan di mana kamu.
Aku mengulang pertanyaan yang sama seperti yang aku tanyakan kepada diriku yang tadi. Hingga pada akhirnya aku mengingat sesuatu.
Ada satu pertanyaan yang belum terpecahkan, "Apa yang ada di pikiranku?"
Aku mulai memikirkannya. Diriku yang ada di titik terang dan diriku yang ada di cermin menjawab dengan mengulang pertanyaanku.
Apa maksudnya?

Deraian sinar membuat mataku tergiur untuk membuka. Tirai kamarku dibuka oleh Ibu, dan seketika itu aku menyadari bahwa.. apa yang aku rasakan tadi ternyata mimpi. Kemudian aku berjalan ke ruang makan, tanpa air sekadar membilas wajahku, tanpa sisir untuk merapikan rambutku. Aku langung mengambil gelas lalu menuangkan air lalu meneguknya.

Di sana, terlihat ada Ayah, Kakak, dan Adikku. Aku menatap mereka satu-satu. Apa yang ada di pikiranku? 
Aku mengerti. Sekarang aku mengerti. Itu jawaban dari Tuhan. Tuhan mendengarku! Tuhan menjawabku! Tuhan tidak hanya menjawab pertanyaanku, Tuhan membuatku seakan bertemu dengannya! 
Apa yang ada di pikiranku, itulah jawabannya. Semua yang aku tanyakan, jawabannya ada di setiap apa yang aku pikirkan. Bukan pikiran dia, bukan pikiran mereka. Melainkan pikiranku.

Haha, alay ya Guys? Kalian ngerti gak apa yang sebenernya pengen aku kasih tau ke kalian? Gak nyambung ya? Bahasa ku jelek banget ya T.T Yaudah gak papa deh gue ambil kesimpulan aja biar gak pusing hehe.

Kesimpulannya Guys, kita berada di dunia, berarti kita telah hidup. Kalo kita hidup, berarti ada sesuatu yang menjadi dorongan agar kita menjadi hidup.
Apa dorongan itu?
Berupa pengharapan sesuatu yang lebih baik akan terjadi ketika kita muncul di dunia.
Kapan dorongan itu?
Setiap waktu dorongan itu ada untuk membantu kita menemukan diri kita sendiri dan mulai membantu orang lain menemukan diri mereka juga.
Di mana dorongan itu? Di hati kalian masing-masing.
Siapa pendorong dorongan itu? Diri kalian masing-masing.
Bagaimana dorongan itu? Dorongan itu berupa cita-cita, harapan, keinginan, perwujudan kecintaan terhadap Tuhan, dan segala hal yang menyangkut kehidupan kita.

Jadi, Guys. Jangan pernah menganggap diri kalian tidak ada gunanya. Jika kalian sudah dilahirkan di dunia ini, artinya dunia membutuhkan kalian. Dunia tidak mau menampakkan wajahnya jika ia benar-benar membutuhkan kalian, dunia memang keras kepala. Lalu, bagaimana mengatasinya? Dengan selalu bekerja keras tanpa menyerah. Dunia memang kejam, Guys. Namun dunia sangat menghargai perjuangan :') Percayalahh. Dunia tidak sekejam itu jika kamu percaya dunia itu tidak kejam :D

Buat semua khususnya pelajar remaja di dunia terutama di Indonesia, masa remaja memang cuma sekali. Bahkan ada yang bilang masa yang gak tergantikan. Masa yang harus diisi dengan kesenangan. Namun apa salahnya jika menyisihkan waktu sedikit untuk sekadar menengok ke bawah? Menerapkan arti mahluk sosial di kehidupan kita. Apa salahnya sekadar menengok ke kanan? Menerapkan prinsip kehati-hatian saat berjalan apakah jalan yang kita tempuh sudah benar atau belum. Apa salahnya sekadar menengok ke kiri? Mengambil pelajaran dari orang-orang yang mengalami kegagalan untuk dijadikan sebagai sebuah dorongan agar kita tidak melakukan kesalahan yang sama seperti mereka. Melihat ke atas? Bukan berarti melihat orang yang lebih tinggi dari kita namun mencoba melihat langit. Apa artinya? Bersyukur.

Oke Guys, sekian ajalah ya kayaknya gue ngomong kepanjangan wkwk. Gak papalah lagi pengen haha.
Buat yang jomblo, selamat malam ya :v ciye ada yang ngucapin haha.
Bukan yang taken, semoga cepet putus ya :v *loh, eh maksudnya semoga langgeng ya haha.
Buat mahluk yang gak taken dan gak jomblo, gue.. berharap gak ada ya :v hahak
Okee good bye all :) S.H.M.I.L.Y

Kamis, 19 Maret 2015

HOW'S YOUR LIFE?


Kadang, aku berpikir bahwa hidup itu bagaikan embun. Ada saatnya terlihat, ada saatnya untuk menghilang. Kadang hidup itu seperti layang-layang. Hanya bisa terbang jika ada yang menerbangkan. Aku juga tak yakin sebenarnya. Namun, ada saat di mana aku meyakini apa yang aku katakan tersebut. Namun, saat aku melihat tebaran bintang pada malam itu, ada sebuah keyakinan baru yang tumbuh dalam hatiku. Hidup itu seperti rasi bintang crux. Semua masalah yang ada di hidup kita berhubungan layaknya bintang yang membentuk sesuatu. Namun, kita akan menemukan salah satu bintang yang paling terang di antara mereka. Percayalah. Tuhan selalu mendengar kita. Keajaiban itu ada :)

Hai! Hai! Hai! Ihh seneng jadi sering buka blog gara-gara lagi libur nih wkwk. Anak kelas 12 lagi US. Semangat kakak! wkwk. Berasa evil banget seneng di atas penderitaan orang lain. Tapi gak papa lah ya, mumpung belum ngerasain harus ketawa-ketawa dulu wkwk. Nti kalo udah kelas 12 -.- huuuu, stres haha.

Okey, How are you Guys? seneng banget deh bisa nulis lagi. Sebenernya posisi badan lagi capek banget abis ada acara di sekolah. Tapi entah ngapa pengen nengok blog kesayangan gue nih wkwk. Berbekal pengalaman dari acara sekolah tadi, kali ini gue bakal nge post tentang "How's your life?". Maksudnya bagaimana kehidupanmu. Sedih kah? Manis kah? Seru kah? Atau apakah? wkwk. Di sini gue bakal cerita tentang kehidupan gue dari zaman gue dibentuk sampek sekarang ya haha.

Oke, let's go~~

Yah seperti yang kalian tahu gue adalah anak ke dua dari 3 bersaudara, dan kata ibu gue, gue ini anak yang paling susah 'dikeluarin'. Oh God -.- haha gak papa sih, gue merasa istimewa gara-gara susah dikeluarin haha. Jomblo sih :v hanjay wkwk

Gue lahir pas banget waktu adzan subuh. Semoga barokah ya :') aamiin hehe.
Beranjak dewasa gue tumbuh menjadi balita yang super jahil tapi imut haha. Jadi, waktu itu oom gue nikah, ini gue diceritain sama ibu gue, ya masa gue inget :v . Jadi, ada kue nikahan tuh ya. Tiba-tiba gue jalan ke arah kue itu, dan apa yang gue lakukan? Gue nyolok-nyolok kue itu padahal belum dipotong sama sekali alias masih utuh. Dan dengan seenak pantat gue, gue rusakin itu haha. Untung gue masih polos :v coba kalo sekarang. Dibawain golok paling sama emak gue wkwk.

TK

Gue beranjak menjadi anak TK yang imut. Dengan eksen rambut keriting di kuncit dua, bibir juga di kuncit *loh, lipstik mana lipstik haha. Di TK ini, gue pertama kali ditembak orang haha :v dan baru waktu SMP gue nyadar kalo kejadian waktu itu gue ditembak haha idiot banget.
Gue inget banget waktu itu gue masih maen ayunan. Terus tiba-tiba dia dateng senyam-senyum. Pengen mandi gue ngeliat mukanya :v haha

Dia itu semacam ketua preman gitu haha. Ngeri yaa. Terus gue juga lupa dia ngomongnya kayak mana, dan intinya dia ngejer-ngejer gue sampek kelas 5 SD. Terus dia ngirim surat terus ke gue karena waktu itu minim HP haha. Dan waktu itu, gue memutuskan untuk ngasih surat itu ke ibu gue. Dan kalian tahu apa yang terjadi?
Seketika ibu gue ke SD nya terus ngomong sama kepala sekolahnya, ibu gue ngancem ke anak itu kalo masih ngirimin gue surat-surat kayak gini dia bakal dikeluarin dari SD nya haha ngakak banget gue :v Hidup Ibu! wkwk

SD dan SMP

Beranjak ke SD terus ke SMP, gue deket dengan beberapa cowok tapi gak sampek pacaran. Waktu SD gue deket banget sama cowok yang disukain sama satu kelas -_- beban mental banget temenan sama dia haha. Waktu hari itu, gue emang bener-bener deket banget sama dia entah gara-gara apa pokoknya gue ngobrol sama dia, mainan sama dia, ya gue pikir karena gue gak suka sama dia yaudahlah ya gak masalah. Terus, besoknya.. semua anak-anak musuhin gue. Gue pikir ngapa coba lah ya. Dan kalian tahu? Mereka musuhin gue seminggu gilaaaa T.T

Tiba-tiba ada yang ngasih cutter ke gue terus dia ngomong "Bunuh aku aja nih bunuh aku aja".
Dan kalian tahu gimana sensasinya waktu itu? Gue rasanya pengen tahan napas tau gak sih -_-
Ada 3 pikiran saat itu :
1. Kalo gue pengen ngebunuh dia, gue gak bakal mau makek cutter. Gue bakal ambil golok :v haha
2. Untuk apa gue ngebunuh dia, masa iya gue masuk ke trending topic anak SD membunuh temannya sendiri gara-gara temannya itu deket sama cowok yang disukai korban? Mau jadi apa Indonesia -_- harus berpikir dua kali brohh :v
3. Gue mending nyulik dia aja daripada bunuh. Kalo nyulik bisa minta tebusan :v maklum dia anak holang kaya haha

Tapi pada saat itu, ke 3 pikiran itu gue apus langsung. Gue cuma diem. Cerita selanjutnya gue gak mau nyeritain, terlalu menguras mental :v haha

SMP, gue pernah ditembak di depan kelas dan disaksiin sama seluruh anak kelas. Dan sebelum dia nembak, dia ngomong gini ke gue "Nti kalo aku nembak, kamu terima ya". Dan seketika tanpa ngomong apa-apa gue ngangguk :v maklum masih polos haha.
Gak jauh beda sama SD, SMP gue lebih banyak deket sama cowok.
Mulai dari cwok yang sms "i love you" ke gue ntah karena dibajak atau enggak :v, terus cinlok sama adek kelas yang duduk bareng pas ulangan, terus adek kelas yang cinlok gara-gara lomba tapi gak jadi taken :v kasian ya gue haha, terus yang tiba-tiba nge chat "Hei, LEcH KnAl gX?" ke gue, dari laki-laki siluman sampai yang laki-laki manusia, dari yang boongan, bercandaan, pelampiasan, seriusan gue udah pernah nemuin dan pernah bareng haha -_-

But, gue bukan player yee. Karena gue cuma deket doang sama mereka yaa.

SMA

Gak terlalu banyak sih, karena masih baru masuk juga ya kan? Kalo SMA, seenggaknya pulang pergi gue udah ada yang nanggung, kalo gue gak bawa uang jajan tenang ada bayi besar kesayangan gue :v kalo gue pengen coklat, tenang aja ada si muka brandal haha :v, kalo hp gue rusak tenang aja ada idol gue :v wkwk, kalo misal gue gak tau jawaban waktu ulangan, tenang aja ada si yasalam yang siap siaga haha. Kurang apa coba? Gue merasa terlindungi :v haha terima kasih everybody wkwk.

Terus, dari cerita gue ini, apasih sebenernya yang mau gue bagi ke kalian?

Intinya gini ya guys, kita lahir di dunia ini merupakan suatu hal yang luar biasa menakjubkan. Kekuatan Tuhan memang sungguh besar. Ia mampu melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak masuk ke logika kita. Ya kan? So, bersyukur guys :) Bersyukur itu sangat penting banget buat kita. Kadang kita masih merasa kurang sana kurang sini, padahal Tuhan telah memberikan yang terbaik untuk kita. Terima saja, jalani saja. Tuhan tahu apa yang sebenarnya kalian butuhkan.

Untuk cerita gue soal cinta itu, cuma buat gambaran aja ya guys bahwa setiap manusia punya cerita hidup mereka masing-masing dan punya hal-hal menariknya masing-masing. Tapi ingat guys, bukan menariknya cerita hidup kita yang dilihat oleh Tuhan, tapi bermanfaatkah cerita hidup kita ketika diceritakan kepada orang lain :) Kita hidup bukan hanya untuk diri kita sendiri, tapi juga untuk orang lain. Bukan juga hanya untuk orang lain, tapi juga semata-semata semua tertuju untuk Tuhan :)

So, have you get something today? :)))

Jumat, 13 Maret 2015

MENJELANG DAN PASCA MID ALA ALA--

Di antara deraian jarum-jarum berisi air itu, aku termangu di depan layar laptopku. Berharap sesuatu yang menyenangkan muncul pada saat itu juga dimana aku sedang merasa sedih. Saat-saat di mana aku merindukan candaan ringan dari seorang teman, saat-saat dimana aku merindukan perdebatan antara aku dan mereka tentang sesuatu hal yang sebenarnya tidak ada gunanya untuk dibahas, dan.. saat-saat dimana aku menginginkan hal-hal yang gila kembali kami lakukan untuk mengisi masa remaja kami. But, this is us. Ini adalah kami, di tahun kami yang 16 :v

Asekklahhh haha. Pembukaan doang sih wkwk buat salam tempel sapa. Sumpah kangen banget sumpah T.T Udah jarang banget nih ya ampun maaf fans :v Lagi sibuk sama study asiklah haha :v, abis UTS terus ngerefresh otak dengan nulis di blog ini.

Sekarang mau posting apa ya?

Emm.. Nyontek? Gimana? Terlalu biasa ya? Ihh tapi aku maunya itu ihhh :v gak papa ya? haha *NAJISINBANGETSIH-_-*

WELL, NOW WE WILL DISCUSS ABOUT CHEATING :v

Waktu ngomong kayak gini seketika gue ngambil kaca terus liat muka gue. Kok item banget ya?  haha. Bukan, bukan, maksudnya bertanya kepada diri gue sendiri "Gue pernah nyontek gak sih?"
Pelajar di seluruh penjuru dunia pasti tahu apa itu nyontek, tapi pelajar di seluruh penjuru dunia pasti ada yang enggak pernah nyontek. Yakan? :v Congrats buat yang gak pernah nyontek kasih emot peluk biar seneng {} haha

Nyontek, actually banyak cara yang bisa kita lakuin buat nyontek. Jujur aja ya, kalo gue sih nyontek nanya doang ke temen. But, kadang-kadang pelajar itu kreatif banget sampek gue gak tau kalo itu ternyata adalah salah satu trik yang masih dipegang sampai sekarang.

1. Contoh hal kecil :
- Pergi ke kamar mandi
Adalah hal yang paling utama buat para pencontek akut wkwk. Mereka bakal melakukan aksi mereka di dalam kamar mandi. Kasian ya WC selalu jadi saksi bisu, mau bersaksi juga gimana orang gak bisa ngomong :v
- Pura-pura mikir sambil nengok ke atas terus angguk-angguk
Ini dilakukan kalo guru tiba-tiba nengok ke arah kita pada saat kita lagi nanya ke temen. Oh God -_- Tapi seperti yang tadi gue bilang, pelajar punya banyak cara buat mengatasinya. Kreatif dan inovatif ya? :v -_-
- Nyatet di papan ulangan
Biar gak repot bawa-bawa kertas segala :v hemat kertas bung, satu kertas satu pohon wkwk

2. Contoh hal besar :
- Bawa buku terus diletakkan di loker bahkan di meja tempat dimana kita mengerjakan ulangan
Setuju gak sih kalian dengan ini? Kalo gue sih setuju gak setuju sih. Setujunya kadang yang buka buku ngasih tau jawabannya ke gue :v duh wtf banget ya gue ini -_-
Gak setujunya adalah kita sekolah itu buat jadi lebih baik bukan jadi lebih buruk :v *SAMBILINTEROPEKSIDIRINIHCERITANYA._.*

- Bawa hp buat nyebar jawaban atau search
Kadang ada saatnya gue berpikir bahwa bukan kita yang menggunakan teknologi tapi teknologi yang menggunakan kita. Oh God :3

TERUS GIMANA DONG KALO UDAH KECANDUAN NYONTEK?
ADA GAK SOLUSINYA?

Bermula dari kisah temen gue, dia pinter kok anaknya. Cuma gara-gara terlalu banyak materi terus untuk pertama kalinya dia nyontek dengan cara buka buku. -_- Awalnya sih gue mikir, ahh pasti cuma sekali ini aja kan dia pinter. Pikir gue sih. Tapi ternyata, sekarang malah makin menjadi-jadi :v hilang deh rasa segan gue ke dia wkwk

Nyontek itu udah ibarat trending topic yang gak pernah mati tahu gak sih wkwk. Banyak orang udah kayak ngandelin nyontek sehingga dia kecanduan gitu. Banyak faktor sih sebenernya, ada yang emang males belajar, ada yang alesan kalo liat huruf baris udah kayak biji-biji yang berkumpul tanpa spasi :v, ada juga yang alasan udah belajar tapi lupa, dan ada alasan lainnya wkwk.

Solusi :

1. TAKUT KEPADA TUHAN
Gue yakin kalian pasti punya kepercayaan. Meskipun ada dari kalian yang tidak percaya dengan Tuhan, tapi gue yakin mereka juga pasti mempercayai sesuatu yang menurutnya baik atau buruk untuk dilakukan buat dirinya, keluarganya dan orang lain. Ya kan? So, takutlah kepada Tuhan bukan karena Tuhan menakutimu. Tapi takutlah kepada Tuhan karena Tuhan melihatmu :) Guys, dari sini kita harus mulai berpikir untuk berubah.

2. BELAJAR
Ya apalagi coba selain belajar. Kalo mau pintar, ya belajar. Belajar itu ada banyak jenis ya, belajar pelajaran, belajar dari pengalaman, dan belajar dari hal-hal yang gak pernah kita sangka-sangka. Caranya biar bisa fokus buat belajar? Mulai berpikir bahwa "You are stronger than you think"  nah dari sini lah alasan yang gak bisa belajar lah, yang pening kalo belajar, yang bawaannya pengen mandi, itu semua bakal hilang. Kenapa? Karena sesungguhnya kalian itu lebih kuat dari yang kalian pikirkan :)

3. BERDOA 
Kesuksesan seseorang bukan hanya dilihat dari usaha yang murni tanpa nyontek saja, tapi dilihat dari doanya juga. Jika kita bisa melakukannya dua hal dalam waktu yang sama, kenapa harus memisahkan mereka di waktu yang berbeda? C'mon Guys, Tuhan selalu mendengar apa yang ingin kalian katakan :)

So, Itu sih dari gue. Gue juga gak munafik kok, gue juga pernah nyontek. Tapi sekarang sebisa mungkin meminimalisir hal tersebut terjadi. Karena apa, akan ada saat dimana kita diharuskan untuk hidup sendiri tanpa bergantung dengan apapun meski kita tahu bahwa kita adalah mahluk sosial :)

Indonesia butuh generasi penerus bangsa yang berani berjalan di jalan yang benar, Guys :) Indonesia membutuhkan kalian untuk membangun bangsa ini!
Hidup cuma sekali, jadi berpikirlah dua kali untuk menentukan pilihan.
Jadi gimana? Menjadi baik atau menjadi buruk?
Sudah menentukan pilihan? :v

Selamat malam~~~~